Logo
Masjid Al-Amin Pasekan
Makmur Masjidnya, Sejahtera Jamaahnya, Maju Masyarakatnya

Sejarah

Sejarah

Jejak Langkah Spiritual: Sejarah Berdirinya Masjid Al-Amin Pasekan

Setiap bangunan suci selalu menyimpan kisah tentang ketulusan, gotong royong, dan kerinduan akan kedekatan pada Sang Pencipta. Begitu pula dengan Masjid Al-Amin Pasekan yang berdiri anggun di wilayah RT 03/RW 03 Pasekan Lor, Balecatur, Gamping. Perjalanan tempat ibadah ini bermula dari sebuah riak kecil kesadaran kolektif masyarakat Pasekan akan pentingnya ruang spiritual yang layak untuk menempa iman dan mempererat tali silaturahmi antardusun.

Jauh sebelum kemegahan yang tampak hari ini, napas syiar Islam di Pasekan awalnya berembus dari sebuah masjid kecil sederhana yang juga bernama Al-Amin. Seiring bergulirnya waktu, hidayah dan kesadaran warga untuk meramaikan tempat ibadah tumbuh begitu pesat. Masjid Sederhana yang semula menjadi tumpuan itu perlahan mulai sesak. Setiap kali waktu shalat berjamaah tiba, kapasitas ruang yang terbatas tak lagi mampu menampung luapan jamaah yang datang dengan penuh antusiasme. Kebutuhan akan sebuah masjid yang lebih luas pun menjadi kerinduan yang tak terbendung.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Kerinduan warga Pasekan menemukan jalannya lewat keikhlasan seorang tokoh masyarakat setempat yang sangat dihormati, yaitu Alm Sugiman Probo Sugito yang biasa di pangil oleh masyarakat dengan sapaan Mbah Probo. Tergerak oleh niat suci dan visi jariyah yang panjang, beliau dengan tulus ikhlas mewakafkan sebagian bidang tanah miliknya untuk dijadikan tempat berdirinya rumah Allah. Wakaf dari Mbah Probo dan keluarganya ini laksana pemantik api semangat yang membakar jiwa gotong royong warga. Menurut catatan sejarah yang tersimpan rapi, pembangunan Masjid Al-Amin secara resmi dimulai pada tanggal 23 November 1995. Tanpa sekat status sosial, seluruh lapisan masyarakat turun tangan, menyumbangkan tenaga, pikiran, hingga materi secara swadaya demi tegaknya menara syiar di kampung Pasekan.

Tetes keringat dan kebersamaan itu akhirnya berbuah manis setelah lebih dari dua tahun perjuangan. Pada tanggal 2 Januari 1998, Masjid Al-Amin Pasekan berdiri dengan megah dan diresmikan secara langsung oleh Bapak Drs. H. Arifin Ilyas, yang menjabat sebagai Bupati Kepala Daerah Tingkat II Sleman pada waktu itu. Momentum penandatanganan prasasti tersebut menjadi tonggak sejarah baru bagi kehidupan beragama masyarakat Pasekan.

Hingga saat ini, kawasan Masjid Al-Amin terus bertumbuh, bersolek, dan mengalami berbagai pengembangan serta peningkatan fasilitas demi kenyamanan para jamaah. Namun, di balik modernisasi sarana penunjangnya, ada satu hal yang tetap dipegang teguh: struktur bangunan utama dan keaslian arsitektur aslinya tetap dirawat dengan sangat baik. Keaslian ini seolah menjadi pengingat abadi akan sejarah perjuangan warga di masa lalu. Kini, legalitas dan eksistensi Masjid Al-Amin semakin kokoh setelah resmi terdaftar dalam Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama Republik Indonesia dan telah memiliki nomor ID Masjid berskala nasional, siap terus memancarkan cahaya kebaikan bagi generasi hari ini dan masa depan.